Tuyul: Makhluk Ghaib Dari Kuningan Jawa Barat

tuyul Kuningan kota magis. Apakah anda percaya magis itu nyata dalam kehidupan sehari-hari? Banyak orang yang mempercayai, dan saya pribadi dalam batas tertentu bisa terima. Saya pernah menyaksikan Debus yang atraksinya diluar kewajaran, serba ajaib dan magis. Atraksi kuda lumping makan kaca, dan lain-lain. Banyak kejadian aneh dan kisah-kisah luar biasa di tiap daerah di Nusantara, masing-masing punya perbedaam, tetapi intinya sama: ghaib. Ada kisah ghaib itu bisa disaksikan secara massal dan bisa diulang-ulang tetapi ada pula yang hanya disaksikan sendiri.

Kisah ajaib, pengalaman ghaib yang hanya disaksikan sendiri kebenarannya tidak sekuat yang bisa disaksikan orang banyak. Sepakbola api di Kabupaten Majalengka Jawa Barat bisa disaksikan banyak orang. Seperti halnya Mengusir Nyamuk Tanpa Insektisida, misalkan seseorang tidak yakin, maka ia bisa saksikan sendiri pemain sepakbola api melakukan lempar kedalam dan tangannya tidak terbakar. Sepakbola api adalah kompetisi dilakukan setiap kenaikan kelas dan telah menjadi tradisi. Pengalaman ghaib massal ini tidak ada kemungkinan manipulasi atau berbohong.

Ini tentang kisah ghaib dari Kuningan Jawa Barat. Masyarakat memiliki tradisi yang masih rutin di lakukan: Menghormati Jumat Kiwon. Anda bisa temukan beberapa kegiatan "muja" di kuburan umum setiap Jumat Kliwon. Masyarakat percaya bahwa Jumat Kliwon lebih ajaib dari hari yang lain. Malam Jumat Kliwon adalah masa keluar para mahluk ghaib, seperti setan, hantu tuyul dan teman-temannya. Hari Jumat Kliwon, pasar-pasar di Kuningan akan sepi, kegiatan sehari-hari berkurang dari hari yang lain. Banyak toko tidak buka, beberapa pabrik krupuk dan konveksi libur dan pengemis tidak beraktivitas. Jumat Kliwon adalah hari sakti.

Seorang teman pernah mengatakan pasar itu adalah pasar hantu, sambil menunjuk pasar dimaksud. Ia menyebut demikian karena banyak kejadian aneh. Pasar yang sangat luas tapi tidak terlalu ramai pengunjung. Seorang pedagang kain akan menghitung uang menjelang pasar tutup meski hari itu dagangannya tidak laku barang sepotong. Pedagang pisang bisa beli rumah besar dan mobil dari hasil dagangannya. Ketika saya ungkapkan pada Roy teman saya dari Medan, di luar dugaan saya ia justru mendukung cerita itu. Ia menambahkan bahwa keajaiban itu tidak hanya terjadi pada penduduk asli, tetapi banyak orang Medan juga seperti orang ajaib. Ajaib menurut dia, karena seseorang dalam tempo 3 tahun setelah menikah bisa membeli rumah milyaran rupiah, padahal awalnya mengutip istilah Roy, nol besar. Ajaib karena dalam hitungan matematika, angka itu seharusnya tidak sebanyak itu. Milyaran rupiah dalam 3 tahun, maka seseorang harus mengumpulkan perhari diatas tiga juta rupiah, sedang Roy tahu orang itu apa adanya dan pekerjaan sehari-harinya. Cara Roy untuk menjelaskan keajaiban itu adalah:"Tidak mungkin kambing bisa menarik delman, tetapi kuda bisa, dan sapi juga bisa". Lalu ia bandingkan teman satu profesinya dengan dirinya:"Misalkan dia naik motor Tiger, dan saya naik supraX, misal tiga tahun itu adalah jarak Kuningan-Cirebon, paling tidak saya hanya ketinggalan 15 menit, nah sekarang bayangkan, dia hanya naik Vesva butut dan saya naik Tiger baru, yang terjadi saya malah ketinggalan 45 menit dari 60 menit waktu tempuh. Ini kan sungguh ajaib.!" Roy seorang pendatang dari Medan sering membuat pengandaian untuk menjelaskan maksudnya. Tapi pengandaian tadi sudah jelas.

Roy percaya hukum sebab akibat dan karma. Dia mengaitkan kejadian aneh ini dengan keberadaan Tuyul. Banyak kisah tuyul di sini. Mertua Roy suatu hari mengatakan, jika ingin lekas kaya, maka seseorang bisa mengantarkan ayam jago kedalam gua, maka iapun segera punya tuyul. Asep seorang penduduk setempat mengatakan, ia dan beberapa temannya pernah melihat tuyul pada malam Jumat Kliwon. Tuyul itu ada tiga memasuki salah satu rumah penduduk selang 5 menit berangsur-angsur. Diawali seekor anjing hitam besar melintas lalu menyusul pula tuyul-tuyul itu di belakang. Setelah tuyul masuk rumah, Asep dan beberapa temannya mengintip lewat lobang dan menyaksikan ketiga tuyul itu berebutan menyusu pada dada ibu pemilik rumah. Asep mengatakan bahwa tuyul itu seperti anak kecil umur satu tahun sedang belajar berjalan. Tuyul itulah yang pada siang hari bekerja mengumpulkan uang buat majikannya.

Seperti tadi, tidak ada pekerjaan yang tidak ada resiko, demikianpun memelihara tuyul. Karena begitu ayam jago dipersembahkan ke dalam gua misterius maka selang beberapa hari anak sendiri akan meninggal tidak normal. Jadi tuyul-tuyul itu menurut pendapat Asep adalah arwah gentayangan, atau jin yang berwujud anak kecil sendiri yang telah mati iu. Karena itu, untuk mendapat "seekor" tuyul maka anda harus menumbalkan anak sendiri.

Apakah anda mau Tuyul? Ketika Roy menawarkan pada saya, maka saya jawab, "Tidak, terimakasih, buat anda saja, karena saya cukup makan dari hasil keringat sendiri.

Ah.. Benarkah kuningan itu kota hantu, tuyul dan ikan dewa? Silahkan coba dan datang sendiri.

Atau jika anda lebih senang humor, bukan cerita seram patut di baca: Humor Gusclur atau jika ingin berimajinasi tentang Tuhan yang satu ini mungkin akan menggelitik logika anda: Ada Tuhan di Cyber
Tags :